Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Words in Deep Blue

Words in Deep Blue ini buku. Well, inspirasi nulis kali ini kebetulan datang dari buku yang baru beres gue baca. Gue bukan berminat bikin resensi buku itu di sini. Kalau resensi jelas ada di blog sebelah ya ---> akubukudancerita.blogspot.co.id (promosii yak teuteup) Rasanya ada yang salah ya gue malah menulis topik lain saat masalah bom di Surabaya lagi hot-hot 'nya. Tapi itu nanti dulu deh, gue juga pasti akan menuliskan kesan gue tentang berita-berita itu, tapi berhubung gue masih menunggu berita-berita yang berkembang mengenai bom tersebut, gue bakal post tulisan itu lain kali saja~ Gue bakal mengulas sedikit tentang buku ini dulu sebagai intro .  Alkisah Rachel seorang gadis yang tidak lulus kelas 12 kembali ke kota asalnya. Cal, saudaranya meninggal tenggelam di laut. Sulit baginya untuk kembali karena ada kemungkinan dirinya bertemu kembali dengan Henry, sahabat sekaligus cinta pertamanya yang tidak berbalas. Pada awal cerita, Rachel sangat menyembunyikan ke...

AKU PANIK!

Karena  pada pukul 00.38 detik ke 43 saya memutuskan untuk update  IG Story, yang isinya.... Yang ternyata mampu memancing rasa penasaran beberapa orang yang menyaksikan. Mengusik sanubari terdalam mereka, hingga memutuskan untuk me- Whatsapp  saya dan menanyakan apa yang membuat saya panik. "Kenapa panik, Ngel? Ada apa? Besok sidang?" Saya: Sidang 'pale lu, pertanyaan yang terlalu terang-terangan seperti itu bikin pengen banting hape. Sebel banget rasanya yang ditanyain malah itu. Iya sih saya panik terkait sidang, tapi bukan karena besok sidang, lebih karena 'gak tau kapan bakal sidang. Selain perkara sidang, sebenarnya ada perkara-perkara lain yang bisa jadi alasan bagus untuk membuat panik. antara lain: 1. Masih tanggal 12 Februari, tapi duit udah abis. Tanda-tanda kiamat isi dompet sudah terlihat, sudah mulai harus dipikirkan bagaimana cara paling praktis untuk bertahan hidup hingga bulan depan. 2. Kenapa waktu cepa...

Pesan Moral Karena Neduh di Burjo

Barusan terjebak di Burjo deket kosan karena tiba-tiba hujan datengnya kaya tawuran. Lalu, aktivitas apa yang saya lakukan untuk membunuh waktu? 1. berdoa kepada Yang Mahakuasa meminta hujannya berhenti sekitar 2 menit 32 detik supaya saya bisa lari ke kosan, (tidak terkabul, malah dateng badai) 2. ngobrol sama teteh burjo, basa basi masalah Yogya yang kemarin panasnya kaya mau bikin jemuran garing kaya kerupuk, (gak bertahan lama, karena gak ada topik lagi) 3. nonton tivi burjo (tapi kesel soalnya yang dipasang ftv dan ga menemukan remote untuk mengganti ke  channel  lain) 4. mandangin hujan dan mendengar rintik hujan,  (atau lebih tepatnya bukan rintik, tapi gemuruh seng-seng rumah karena diterpa angin badai) 5. buka FB - tutup - buka IG - liat profile sendiri - terus nge click  link blog yang tercantum di about me - baca postingan-postingan lama. Dan sekali lagi. Saya menyadari. Kemampuan saya. Untuk memenuhi komitmen....