Langsung ke konten utama

Postingan

Words in Deep Blue

Words in Deep Blue ini buku. Well, inspirasi nulis kali ini kebetulan datang dari buku yang baru beres gue baca. Gue bukan berminat bikin resensi buku itu di sini. Kalau resensi jelas ada di blog sebelah ya ---> akubukudancerita.blogspot.co.id (promosii yak teuteup) Rasanya ada yang salah ya gue malah menulis topik lain saat masalah bom di Surabaya lagi hot-hot 'nya. Tapi itu nanti dulu deh, gue juga pasti akan menuliskan kesan gue tentang berita-berita itu, tapi berhubung gue masih menunggu berita-berita yang berkembang mengenai bom tersebut, gue bakal post tulisan itu lain kali saja~ Gue bakal mengulas sedikit tentang buku ini dulu sebagai intro .  Alkisah Rachel seorang gadis yang tidak lulus kelas 12 kembali ke kota asalnya. Cal, saudaranya meninggal tenggelam di laut. Sulit baginya untuk kembali karena ada kemungkinan dirinya bertemu kembali dengan Henry, sahabat sekaligus cinta pertamanya yang tidak berbalas. Pada awal cerita, Rachel sangat menyembunyikan ke...
Postingan terbaru

AKU PANIK!

Karena  pada pukul 00.38 detik ke 43 saya memutuskan untuk update  IG Story, yang isinya.... Yang ternyata mampu memancing rasa penasaran beberapa orang yang menyaksikan. Mengusik sanubari terdalam mereka, hingga memutuskan untuk me- Whatsapp  saya dan menanyakan apa yang membuat saya panik. "Kenapa panik, Ngel? Ada apa? Besok sidang?" Saya: Sidang 'pale lu, pertanyaan yang terlalu terang-terangan seperti itu bikin pengen banting hape. Sebel banget rasanya yang ditanyain malah itu. Iya sih saya panik terkait sidang, tapi bukan karena besok sidang, lebih karena 'gak tau kapan bakal sidang. Selain perkara sidang, sebenarnya ada perkara-perkara lain yang bisa jadi alasan bagus untuk membuat panik. antara lain: 1. Masih tanggal 12 Februari, tapi duit udah abis. Tanda-tanda kiamat isi dompet sudah terlihat, sudah mulai harus dipikirkan bagaimana cara paling praktis untuk bertahan hidup hingga bulan depan. 2. Kenapa waktu cepa...

Pesan Moral Karena Neduh di Burjo

Barusan terjebak di Burjo deket kosan karena tiba-tiba hujan datengnya kaya tawuran. Lalu, aktivitas apa yang saya lakukan untuk membunuh waktu? 1. berdoa kepada Yang Mahakuasa meminta hujannya berhenti sekitar 2 menit 32 detik supaya saya bisa lari ke kosan, (tidak terkabul, malah dateng badai) 2. ngobrol sama teteh burjo, basa basi masalah Yogya yang kemarin panasnya kaya mau bikin jemuran garing kaya kerupuk, (gak bertahan lama, karena gak ada topik lagi) 3. nonton tivi burjo (tapi kesel soalnya yang dipasang ftv dan ga menemukan remote untuk mengganti ke  channel  lain) 4. mandangin hujan dan mendengar rintik hujan,  (atau lebih tepatnya bukan rintik, tapi gemuruh seng-seng rumah karena diterpa angin badai) 5. buka FB - tutup - buka IG - liat profile sendiri - terus nge click  link blog yang tercantum di about me - baca postingan-postingan lama. Dan sekali lagi. Saya menyadari. Kemampuan saya. Untuk memenuhi komitmen....

Merry Christmas! Walaupun Telat Ngucapinnya... (part 2)

Udah kaya film horor ya, ada part duanya segala. Melanjutkan topik yang kemarin sudah berusaha diangkat, yaitu tradisi di hari raya natal. Saya yakin kalau sebagai umat Katolik pasti tradisi yang sama adalah pergi ke greja, mengikuti misa baik saat Malam Natal maupun hari Natalnya, setelah itu mengucapkan selamat natal kepada orang-orang di sekitarnya, entah kenal entah tidak, sebagai pengingat sukacita Natal dirayakan bersama-sama sebagai bentuk kelahiran Yesus Kristus. Dulu sewaktu mama masih ada, Natal terasa jauh lebih ceria dibanding tahun ini (atau mungkin saya yang sedang tidak bersemangat merayakan apa-apa). Pohon Natal mungkin sudah tidak terpasang, mengingat Pohon Natal yang lama sudah tidak layak pasang dan entah sudah tidak dikertahui rimbanya di mana. Tapi, mama selalu berpesan tiap menjelang natal supaya tidak lupa membeli kue-kue kering untuk dimakan bersama, baik dimakan sendiri atau untuk disajikan saat ada tamu. Semacam perayaan kemenangan bisa bebas ma...

Merry Christmas! Walaupun Telat Ngucapinnya...

Iyap.. Saya telay ngucapinnya. Sekarang tanggal 26 Desember dan sekarang baru saya mulai mengetik di blog ini. Gapapalah ya, toh masih dalam suasana Natal. Natal tahun ini rasanya biasa aja. Salah. Biasa banget malah. Sama sekali 'ga ada yang istimewa kecuali ada salah satu anggota rumah ini yang galau gegara berantem sama pacarnya pas Christmas Eve. Biasanya kalau orang-orang lain Christmas Eve jadian (entah karena kebawa suasana romantis atau karena emang dah lama saling suka), lain cerita kalau di rumah saya. Christmas Eve kali ini malah ada yang terancam bakal putus, dan saya hanya bisa geleng-geleng kepala selaku tempat sampah (red: dicurhatin mulu dan dimintain pendapat). Well,  jadi itu biasa atau enggak sih? Kayanya gak biasa juga yah. Soalnya kan ada cerita tersendirinya gitu. *grint* Oke, setiap keluarga pasti punya cerita masing-masing tentang Natal mereka di tahun ini. Selain cerita-cerita itu, tentunya ada juga tradisi yang kemungkinan besar dijalani setiap tah...

Desember, 2017. Mengingat-ingat yang sudah terjadi...

Ih, ampun! Emang saya ini jagonya ngeles dan gak update-update blog ya? Semisal ini blog adalah suatu ruangan, mungkin penghuninya tinggal laba-laba dan sarangnya. Mungkin saya udah jadi salah satu pemelihara laba-laba yang lumayan lengkap jenisnya. Ok, stop ngayal. Sekarang juga sebenernya ga ada topik spesifik yang pengen banget dibahas. Cuma rasanya kasian liat ini blog kosong. Dibuat dari kapan tau, tapi ga pernah ada isinya yang bagus, berfaeah atau sering-sering ada info tentang saya gitu. Entah saya lagi ngapain, lagi jalan ke mana, punya pacar apa enggak, dan sebagainya... *sebenernya gak penting juga sih. Artis juga bukan. :')* So , 2017 sudah mendekati akhir. Natal beberapa hari lagi. Tahun yang kalau dipikir-pikir rasanya cepet, padahal enggak. Kerasa cepet, soalnya kok udah mau selesai aja ya 2017nya? padahal saya lulus aja belum. *sight* Tapi, terasa lambat juga. Saya lumayan sering buang-buang waktu seharian saya hanya dengan tidur-tiduran di atas kasur, megan...

Mengeluarkan Pendapat Untuk 'Dia'

Selamat malam. Akhirnya saya tidak bisa tidur padahal sudah dicoba dengan bolak-balik badan dan memejamkan mata. Saya menyerah. Sepertinya ada baiknya menulis apa yang terlintas di pikiran saya. Beberapa minggu lalu saya bertemu seorang pria melalui salah satu social media yang saya miliki. Akhirnya saya dan pria tersebut bertemu a.k.a kopi darat dan melakukan sedikit trip ke beberapa tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya melalui aplikasi chatting. Tapi, saat ini bukan perjalanan itu yang ingin saya ceritakan di sini. Pada beberapa kesempatan selama perjalanan tersebut, pria tersebut beberapa kali sempat mengungkapkan beberapa kebiasaan saya yang dianggapnya kurang baik, dan hal itu terkait penampilan fisik. Dia tidak protes ataupun berusaha mengatur saya, hanya sedikit berpendapat yang (mungkin) malah membuat saya jengah. Sedikit berpikir, ‘siapa ni orang dah berani berpendapat gitu soal kebiasaan gw dan fisik gw?’. Tapi, sudah jelas saya tidak mengatakan hal itu pada y...