Langsung ke konten utama

ACFTA (tugas lama)

ASEAN CHINA FREE TRADE AGREEMENT
(ACFTA)

Apa itu ACFTA?
ACFTA merupakan singkatan dari Asean China Free Trade Agreement. Sebuah perjanjian di mana hasil produksi dari negara Cina bebas dari bea cukai untuk masuk ke negara-negara Asean.

ACFTA merupakan FTA terbesar setelah EEA (European Economic Area) dan NAFTA (North American Free Trade Agreement). FTA ini merupakan market yang sangat berpotensi untuk membuka kesempatan dagang bagi semua anggota Asean dan Cina.
Menurut data KBRI-Beijing, pertumbuhan ekspor dalam periode tahun 1999 hingga tahun 2008 mencapai 20%.

Sejarah ACFTA :
1991    ACFTA disepakati tahun 1992 hingga 2007 (kemudian dipercepat tahun 2001)
1996    RRT resmi menjadi mitra Asean
1997    Join statement kepala negara untuk menjalankan ASEAN dan RRT merupakan mitra saling percaya untuk menyongsong abad 21
2000    Pada KTT ASEAN-RRT, kepala negara menyepakati gagasan pembentukan Asen-China FTA
2001    dibentuk Asean-RRT economic expert group
2002    pada KTT ASEAN-RRT, kepala negara menandatangani Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and PRC
2003    perundingan ACFTA dimulai dan selesai Juni 2004
2004    ACFTA disepakati
2009 (oktober)            Kesepakatan ACFTA-investasi ditandatangani
1 Januari 2010 ACFTA resmi diberlakukan

Diberlakukannya ACFTA mengundang reaksi dari kedua belah pihak, baik dari Cina maupun dari negara-negara Asean. Masyarakat Indonesia sendiri ada yang menanggapi secara positif maupun negatif. Masyarakat akan senang menerimanya karena kecenderungan konsumen untuk mendapatkan barang-barang murah namun berkualitas. Namun pihak industri memiliki tanggapan negatif. Masuknya barang-barang murah membuat industri di dalam negara terancam gulung tikar karena biaya produksi yang tinggi sehingga barang produksi harus dijual dengan harga yang tinggi, padahal barang produksi Cina memiliki harga di bawah pasaran Indonesia.

Negara Cina memiliki tanggapan tersendiri terhadap ACFTA. Negara Cina bersedia mengontrol produksi mereka bila ada yang merasa tertekan sehingga tidak membanjiri market Indonesia dan tidak mengganggu perekonomian Indonesia.


PERMASALAHAN DAN IDENTIFIKASI MASALAH


Suatu negara tentunya membutuhkan penghasilan untuk mempertahankan kedaulatannya. Penghasilan negara didapatkan dengan melakukan transaksi dengan negara lain. Eksport merupakan salah satu aktifitas ekonomi yang dilakukan antar negara. Import berguna untuk memenuhi kekurangan bahan dalam negara, sedangkan eksport memiliki tujuan untuk menambah cadangan kas negara.

ACFTA merupakan gerbang globalisasi yang ditujukan untuk masyarakat baik di negara Cina maupun negara-negara di Asean. Hal ini berarti barang lokal di dalam suatu negara mengalami persaingan dengan barang dari luar negri. Contohnya di Indonesia, dapat dilihat dari perdagangan pakaian di Tanah Abang, pakaian buatan lokal bersaing dengan pakaian buatan Cina dengan harga yang relatif sama atau bahkan lebih murah.

Di Indonesia sendiri, ACFTA merupakan suatu momok yang menakutkan bagi para pengusaha lokal. Hal ini dikarenakan harga pokok barang produksi Cina lebih murah daripada barang produksi lokal dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik. Sedangkan masyarakat cenderung memilih barang dengan kualitas baik dan harga termurah yang dapat diperoleh.

ACFTA sendiri bisa menjadi suatu dampak buruk bagi Indonesia bila pemerintah tidak dapat mempersiapkan dirinya untuk bersaing di pasar terbuka ini. Sampai saat ini harus diakui bahwa pemerintah Indonesia masih terbilang lambat untuk menangani masalah produk industri. Eksport yang dilakukan pemerintah kebanyakan berasal dari sektor bahan-bahan mentah seperti batu bara dan barang tambang lainnya. Hal ini disebabkan belum mampunya produsen Indonesia memenuhi standar kualitas tertentu untuk dipasarkan di luar negri.

Melihat sektor bahan mentah merupakan sumber eksport terbesar yang dimiliki Indonesia, yang harus dievaluasi kembali apakah ACFTA memberikan efek yang baik atau buruk terhadap tingkat eksport Indonesia. Apakah kegiatan eksport Indonesia meningkat, tetap, atau mungkin malah menurun.

Cina sebagai produsen terbesar saat ini tentunya tidak mampu memenuhi kebutuhan bahan mentah untuk diproduksi. Karena itu mereka membutuhkan negara lain sebagai pemasok bahan baku mereka. Indonesia sendiri sudah sejak lama melakukan eksport bahan tambang dan Cina sebagai salah satu negara rekan bisnis Indonesia.
Menurut data yang diperoleh hingga saat ini, bisa dikatakan eksport yang dilakukan Indonesia mengalami peningkatan. Berikut data eksport tersebut :
Selama kwartal I 2010 ekspor Indonesia meningkat lebih dari 50% dibandingkan ekspor perioda yang sama tahun 2009, yaitu dari US$ 23,03 milyar menjadi US$ 35,39 milyar. Dengan harga minyak bumi yang kembali meningkat pada tahun 2010 yang berada dikisaran US$  75-80 per barel, nilai ekspor meningkat karena sebelumnya pada awal tahun 2009 harga minyak hanya sekitar US$ 60 per barel.

Demikian juga komoditi industri berhasil meningkat ekspornya sebesar 37,5% menjadi  US$ 21,1 milyar selama kwartal I 2010 dari US$ 15,37 milyar selama perioda yang sama tahun 2009. Peningkatan ekspor tahun 2010 juga didukung oleh ekspor hasil pertambangan yang meningkat sangat pesat yaitu mencapai US$ 6,69 milyar dari semula hanya US$ 3,41 milyar atau meningkat hampir dua kali lipat.

Jika melihat komoditinya maka ekspor hasil pertambangan sangat menyolok peningkatan ekspornya selama triwulan I 2010 dibanding perioda yang sama tahun 2009. Misalnya, ekspor bahan bakar mineral yaitu batubara mengalami peningkatan yang besar  lebih dari dua kali lipat yaitu dari US$ 2,23 milyar menjadi US$ 4,75 milyar. Bijih besi dan abu logam meningkat 47,9%, tembaga meningkat 121% dan aluminium 25,6%.

Namun perkembangan  yang cukup menonjol adalah mulai meningkatnya ekspor produk industri yang sebelumnya sangat terpuruk. Mesin/peralatan listrik cukup tinggi peningkatan ekspornya yaitu 47,9%, kemudian disusul oleh ekspor kertas, mesin/peralatan mekanik, dan pakaian jadi bukan rajutan.

Untuk produk pertanian yang menonjol ekspornya adalah minyak nabati yaitu CPO (crude palm oil) yang meningkat 26,9% dan ekspor karet yang meningkat 110%.

Melalui data di atas kita dapat melihat terjadinya peningkatan eksport yang dilakukan Indonesia yang berarti adanya peningkatan terhadap pemasukan terhadap cadangan kas negara.
Namun bagaimana dengan tingkta import yang dilakukan oleh Indonesia? Apakah Indonesia mengalami surplus atau malah defisit?
Berikut data import yang dapat penulis peroleh dari sumber-sumber yang ada.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama semester pertama 2010 ekspor Indonesia ke Cina sebesar US$ 6,048 miliar. Sementara itu, posisi ekspor Cina ke Indonesia (import) mencapai US$ 8,994 miliar selama semester pertama.
Produk yang diimport dari China sebagian besar adalah barang modal atau bahan baku. Adapun barang-barang yang diimpor antara lain adalah mesin/peralatan mesin selama satu semester (Januari -Juni) telah mencapai US$2,285 miliar atau sekitar 25 persen dari total impor China.

Kemudian juga pada mesin-mesin atau pesawat mekanik yang nilainya selama satu semester mencapai US$2,149 miliar. Disusul dengan impor berupa benda-benda dari besar dan baja, bahan kimia organik dan beberapa barang lainnya.

Melalui data di atas kita dapat melihat walaupun Indonesia mengalami peningkatan eksport, namun belum mampu memperoleh hasil yang surplus. Yang terjadi malah defisit.

Melalui data import pula dapat diketahui Indonesia masih lemah dalam menangani barang modal seperti mesin untuk mengolah. Demikian pula dengan bahan baku produksi yang belum mampu diproduksi oleh pabrik-pabrik di Indonesia.


SOLUSI


Dapat dilihat melalui data-data di atas, Indonesia memiliki masalah yang cukup berpengaruh terhadap pendapatan nasional yang diperoleh. Impor didominasi oleh mesin-mesin produksi Cina. Kita dapat melihatnya di pasaran, banyak sekali mesin made in China yang dijual.

Namun banyak beredarnya mesin buatan Cina bukan berarti akan membuat kas negara selalu menjadi defisit. Yang dibutuhkan saat ini adalah peningkatan mutu dan kualitas dari barang produksi Indonesia. Dengan peningkatan mutu hasil produksi tentunya akan lebih mudah untuk memasarkannya.

Pemerintah juga harus turut serta dalam membantu industri dalam negri. Adanya kebijakan dan kemudahan-kemudahan dalam memproduksi suatu barang akan sangat membantu dalam meningkatkan mutu. Seperti kemudahan dalam memberikan pinjaman modal bagi para pengusaha industri sehingga dapat memproduksi barang dengan harga pokok yang relatif murah dan dapat bersaing harganya di pasar dunia.

Namun semuanya harus tetap dalam pengawasan pemerintah agar tidak terjadi penyelewengan yang malah membuat produksi tidak berjalan dengan baik.


KESIMPULAN DAN SARAN

Perkembangan ekspor dan impor Indonesia selama 2010 menunjukkan industri manufaktur mampu bangkit memanfaatkan momen perbaikan ekonomi dunia dengan meningkatkan ekspornya.  Hal ini menunjukkan bahwa produksi ekspor Indonesia sebenarnya masih mempunyai daya saing yang kuat di pasar dunia, tidak seperti yang ditakutkan berbagai kalangan selama ini ketika ekspor Indonesia mengalami penurunan.

Namun peningkatan ekspor ini masih dilakukan dengan memanfaatkan kapasitas produksi yang ada. Jika tidak ada peningkatan investasi yang cukup besar untuk sektor industri maka dikhawatirkan daya saing industri manufaktur Indonesia akan berkurang dan momen peningkatan pasar ekspor dunia tidak dapat dimanfaatkan.

Dengan makro ekonomi yang kuat dan pasar domestik yang terus tumbuh, sektor industri manufaktur sebenarnya mempunyai pondasi yang kuat untuk berkembang. Minat investor asing pun sebenarnya cukup besar seperti terlihat dari masuknya dana asing ke pasar modal Indonesia. Namun semua ini tidak berarti jika infrastruktur bagi penunjang investasi di Indonesia tidak dikembangkan memenuhi kebutuhan sektor industri. Seperti kelancaran transportasi, ketersediaan tenaga listrik dan peraturan investasi yang mendukung.

Bila hambatan ini diatasi maka Indonesia akan bisa terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan dukungan sektor industri manufaktur yang kuat , tidak hanya dengan mengandalkan komoditi primer seperti barang tambang dan pertanian yang akan terbatas sumbernya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Words in Deep Blue

Words in Deep Blue ini buku. Well, inspirasi nulis kali ini kebetulan datang dari buku yang baru beres gue baca. Gue bukan berminat bikin resensi buku itu di sini. Kalau resensi jelas ada di blog sebelah ya ---> akubukudancerita.blogspot.co.id (promosii yak teuteup) Rasanya ada yang salah ya gue malah menulis topik lain saat masalah bom di Surabaya lagi hot-hot 'nya. Tapi itu nanti dulu deh, gue juga pasti akan menuliskan kesan gue tentang berita-berita itu, tapi berhubung gue masih menunggu berita-berita yang berkembang mengenai bom tersebut, gue bakal post tulisan itu lain kali saja~ Gue bakal mengulas sedikit tentang buku ini dulu sebagai intro .  Alkisah Rachel seorang gadis yang tidak lulus kelas 12 kembali ke kota asalnya. Cal, saudaranya meninggal tenggelam di laut. Sulit baginya untuk kembali karena ada kemungkinan dirinya bertemu kembali dengan Henry, sahabat sekaligus cinta pertamanya yang tidak berbalas. Pada awal cerita, Rachel sangat menyembunyikan ke...

Merry Christmas! Walaupun Telat Ngucapinnya... (part 2)

Udah kaya film horor ya, ada part duanya segala. Melanjutkan topik yang kemarin sudah berusaha diangkat, yaitu tradisi di hari raya natal. Saya yakin kalau sebagai umat Katolik pasti tradisi yang sama adalah pergi ke greja, mengikuti misa baik saat Malam Natal maupun hari Natalnya, setelah itu mengucapkan selamat natal kepada orang-orang di sekitarnya, entah kenal entah tidak, sebagai pengingat sukacita Natal dirayakan bersama-sama sebagai bentuk kelahiran Yesus Kristus. Dulu sewaktu mama masih ada, Natal terasa jauh lebih ceria dibanding tahun ini (atau mungkin saya yang sedang tidak bersemangat merayakan apa-apa). Pohon Natal mungkin sudah tidak terpasang, mengingat Pohon Natal yang lama sudah tidak layak pasang dan entah sudah tidak dikertahui rimbanya di mana. Tapi, mama selalu berpesan tiap menjelang natal supaya tidak lupa membeli kue-kue kering untuk dimakan bersama, baik dimakan sendiri atau untuk disajikan saat ada tamu. Semacam perayaan kemenangan bisa bebas ma...

Teruntuk kamu, yang pernah menyimpan hatiku...

Empat bulan sudah terlewati tanpa ada sapaan suara maupun sekedar pesan singkatmu. Bohong kalau aku bilang aku sudah melupakanmu. Hatiku masih memikirkanmu, asal kamu tahu saja. Tapi, memang itu yang terbaik untuk kita. Maaf kalo aku terkesan egois. Tapi enam tahun aku rasa cukup sudah untuk hubungan kita. Bukan aku tidak pernah berharap kita bisa mengucap janji pernikahan di depan altar, disaksikan kedua orang tua kita, tapi ada satu titik aku tidak mampu lagi menerimamu. Aku memilih melepasmu untuk keegoisanku. Kata orang, cinta itu memberi, bukan menuntut. Dan sekali lagi aku minta maaf karena aku egois. Karena aku tidak mau memberi, aku lebih memilih untuk menuntut kamu setelah kita menjalani LDR. Menuntut perhatian kamu, menuntut pendampinganmu di saat aku sedih, menuntut kamu menjadi pejuang dalam hubungan kita, menuntut kamu tentang masa depan kita. Dan saat kamu akhirnya muak dan tidak dapat memberi jawaban apapun padaku, aku memilih untuk menyudahi apa yang sela...