Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Ibarat baju usang, udah butut tapi nyaman dipakai~

Sebagai anak kosan yang berbakti dan rajin bersih-bersih, pagi-pagi saya biasa mengurus cucian (saya sendiri) dan bekas peralatan makan yang kemarin digunakan oleh saya. Dan pagi ini saya menyetrika cucian yang sudah kering. Dan saya mendapat ilham untuk bahan tulisan kali ini. Ilham itu datang di saat saya menggosok salah satu kaos lengan panjang saya yang sudah butut. Bentuknya sudah tidak karuan, warna putihnya sudah mulai kecoklatan, tapi semakin nyaman untuk digunakan, apalagi saat malam-malam dingin dan hujan. Sambil menggosok saya mengenang lagi momen-momen yang pernah saya lewati menggunakan kaos tersebut. Kaos itu dibeli di Bogor, saya waktu itu sekitar kelas 3 SMA, hmmm, sudah lama juga ternyata saya memiliki kaos tersebut, pantas sudah lusuh. Saya membelinya bersama mama waktu itu, di Ramayana Pasar Bogor. Saya bukan tipe anak yang terbiasa meminta baju-baju seharga 150ribu ke atas kepada mama saya, maka dari itu pada momen itu saya sempat berpikir-pikir t...

Teruntuk kamu, yang pernah menyimpan hatiku...

Empat bulan sudah terlewati tanpa ada sapaan suara maupun sekedar pesan singkatmu. Bohong kalau aku bilang aku sudah melupakanmu. Hatiku masih memikirkanmu, asal kamu tahu saja. Tapi, memang itu yang terbaik untuk kita. Maaf kalo aku terkesan egois. Tapi enam tahun aku rasa cukup sudah untuk hubungan kita. Bukan aku tidak pernah berharap kita bisa mengucap janji pernikahan di depan altar, disaksikan kedua orang tua kita, tapi ada satu titik aku tidak mampu lagi menerimamu. Aku memilih melepasmu untuk keegoisanku. Kata orang, cinta itu memberi, bukan menuntut. Dan sekali lagi aku minta maaf karena aku egois. Karena aku tidak mau memberi, aku lebih memilih untuk menuntut kamu setelah kita menjalani LDR. Menuntut perhatian kamu, menuntut pendampinganmu di saat aku sedih, menuntut kamu menjadi pejuang dalam hubungan kita, menuntut kamu tentang masa depan kita. Dan saat kamu akhirnya muak dan tidak dapat memberi jawaban apapun padaku, aku memilih untuk menyudahi apa yang sela...

9 Maret 2017 - tulisan yang tertunda untuk diselesaikan

Selamat hari Kamis. Selamat beraktifitas. Dan hari itu kebetulan saya ulang tahun. Di hari ulang tahun saya, saya lebih memilih untuk kembali ke kota pelajar, daripada diam saja di rumah dan menanti ucapan selamat dari handai taulan saya. Apa yang saya ingat di hari ulang tahun biasanya? Entah. Saya ingat mama di pagi hari tadi, begitu saya membuka mata pukul 5 pagi. Ulang tahun memang selalu terjadi tiap tahun, tapi tahun ini menjadi tahun yaang... Hmmmm... Apa harus dikatakan istimewa atau tidak? Tidak, tidak istimewa. Menurut saya. Pagi ini. Selama 24 tahun ke belakang, mama menjadi orang pertama yang selalu mengucapkan selamat ulang tahun di antara anggota keluarga saya. Mungkin begitulah adanya seorang ibu, selalu mengingat ulang tahun putra putrinya. Pada dasarnya keluarga saya bukanlah keluarga yang suka merayakan ulang tahun dengan cara yang dibesar-besarkan, sekedar ucapan selamat ulang tahun dan makan bersama di luar. Lalu,bagaimana mama menjadi kenangan pertam...

Mamaku dengan air matanya....

Saya menyambut tahun 2017 bukan dengan hati yang gembira. Mungkin menurut pandangan umum ini adalah sesuatu yang salah, tapi saya mungkin bisa berkelit dengan alasan saya sendiri. 19 November 2016 adalah tanggal di mana Mama saya meninggal pada pukul 08.35. Suatu kejadian yang tentunya tidak pernah diharapkan oleh orang-orang pada umumnya, ditinggalkan orang tua yang kita sayangi. Perjuangan mama selama 2016 untuk melawan penyakitnya mungkin adalah suatu ujian juga untuk saya. Kurang lebih selama tiga bulan mama sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan di rumah, walaupun mama lebih sering menghabiskan waktu di rumah sakit daripada di rumah. Dan selama mama di rumah sakit, sayalah yang senantiasa menemaninya.  . . . . Mama saya, bukan orang yang cengeng. Pertama kali saya melihat mama menangis, saat saya berumur 13 tahun, saat tante saya (saya memanggilnya bibi tua) yang merupakan kakak dari mama saya meninggal, dengan diagnosis adanya kanker rahim yang tidak...