Langsung ke konten utama

Hola!! SUPERNOVA! pt 1

Halo haloo, selamat sore dunia! Sejak pos terakhir sekitar sekian hari yang lalu akhirnya kesampean juga mau ngepost lagi today. Yes! Posisi sekarang sedang di Bogor, tepatnya di rumah, menikmati udara yang adem-adem semeriwing gitu..

sampai hari ini sebenernya banyak kegiatan yang udah dilewatin, dan banyak yang sebenernya juga pengen dishare, cuma kan yaa.. bisa bikin novel sendiri kalo gue tulis semuanya sekarang di sini. haha

Jadi buat sekarang mau gue mau cerita tentang supernova aja deh. Sedikit komentar aja *makulumin ya manusia tukang komentar ga mutu ini* buat buku ke5 nya yang udah gue baca, dan buat film adaptasinya dari buku Supernova yang pertama.

Dari Buku ke5 nya dulu deh. Judulnya kali ini adalah GELOMBANG. Sebenernya buku ini udah dibeli dari pertama dia muncul di Togamas Gejayan (Yogyakarta), tapi entah ada halangan apa yang membuat saya tidak kunjung membacanya juga sampai kemarin itu (di kereta menuju ke Jakarta). Buku yang kali ini mengambil tokoh seorang anak laki-laki hingga jadi pria dewasa asal tanah Batak alias Medan bah! :)
Seperti biasa, gue sih jelas suka karyanya Mbak Dee, selalu ada tegang-tegang gimananya gitu ampe kadang bikin saya suka berekspresi lebay *dan itu jadi tontonan mbak-mbak yang duduk depan gue pas di kreta. Gomen mbak atas perilaku saya yang ekspresif ga peduli tempat -__-* 
Oke, balik lagi mau cerita isinya yang seru itooh. Petualangan si pemuda Batak ini yang ampe jauh-jauh ke Amerika sana ampe jadi sukses punya duit, padahal awalnya cuma keluarga dari kampung di pedalaman Sumatera Utara sana. Berkat kegigihan dia, dia bisa sukses, dan tentunya adanya bumbu-bumbu mistis yang disuguhkan dalam diri tokoh utama tersebut. Namanya juga supernova, ga seru kalo tokohnya bener-bener orang biasa. Udah gitu aja ceritanya. ._.

Silahkan baca sendiri kalo mau tau isinya semenarik apa. *ketawa sadis*

Saya secara pribadi memberi nilai 4.7 dari range 5! Mending baca aja deh buruan! *promosi promosi*

Ohya, isi buku tersebut lagi-lagi ngebuat gue termotivasi untuk gak berhenti buat berusaha lebih dan lebih demi menggapai impian. Dia aja dari yang ga ada apa-apa bisa pergi ke Amerika terus dapet banyak duit. Harusnya gue yang udah dapet kehidupan lebih baik dari awal bisa lebih lagi donk. Ya ga?




Okeh! berhubung saya sudah dipanggil untuk tugas negara, untuk filmnya bakal diceritain besok yaa.. See you!! *dadah2 kaya orang mau mudik*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Words in Deep Blue

Words in Deep Blue ini buku. Well, inspirasi nulis kali ini kebetulan datang dari buku yang baru beres gue baca. Gue bukan berminat bikin resensi buku itu di sini. Kalau resensi jelas ada di blog sebelah ya ---> akubukudancerita.blogspot.co.id (promosii yak teuteup) Rasanya ada yang salah ya gue malah menulis topik lain saat masalah bom di Surabaya lagi hot-hot 'nya. Tapi itu nanti dulu deh, gue juga pasti akan menuliskan kesan gue tentang berita-berita itu, tapi berhubung gue masih menunggu berita-berita yang berkembang mengenai bom tersebut, gue bakal post tulisan itu lain kali saja~ Gue bakal mengulas sedikit tentang buku ini dulu sebagai intro .  Alkisah Rachel seorang gadis yang tidak lulus kelas 12 kembali ke kota asalnya. Cal, saudaranya meninggal tenggelam di laut. Sulit baginya untuk kembali karena ada kemungkinan dirinya bertemu kembali dengan Henry, sahabat sekaligus cinta pertamanya yang tidak berbalas. Pada awal cerita, Rachel sangat menyembunyikan ke...

Merry Christmas! Walaupun Telat Ngucapinnya... (part 2)

Udah kaya film horor ya, ada part duanya segala. Melanjutkan topik yang kemarin sudah berusaha diangkat, yaitu tradisi di hari raya natal. Saya yakin kalau sebagai umat Katolik pasti tradisi yang sama adalah pergi ke greja, mengikuti misa baik saat Malam Natal maupun hari Natalnya, setelah itu mengucapkan selamat natal kepada orang-orang di sekitarnya, entah kenal entah tidak, sebagai pengingat sukacita Natal dirayakan bersama-sama sebagai bentuk kelahiran Yesus Kristus. Dulu sewaktu mama masih ada, Natal terasa jauh lebih ceria dibanding tahun ini (atau mungkin saya yang sedang tidak bersemangat merayakan apa-apa). Pohon Natal mungkin sudah tidak terpasang, mengingat Pohon Natal yang lama sudah tidak layak pasang dan entah sudah tidak dikertahui rimbanya di mana. Tapi, mama selalu berpesan tiap menjelang natal supaya tidak lupa membeli kue-kue kering untuk dimakan bersama, baik dimakan sendiri atau untuk disajikan saat ada tamu. Semacam perayaan kemenangan bisa bebas ma...

Teruntuk kamu, yang pernah menyimpan hatiku...

Empat bulan sudah terlewati tanpa ada sapaan suara maupun sekedar pesan singkatmu. Bohong kalau aku bilang aku sudah melupakanmu. Hatiku masih memikirkanmu, asal kamu tahu saja. Tapi, memang itu yang terbaik untuk kita. Maaf kalo aku terkesan egois. Tapi enam tahun aku rasa cukup sudah untuk hubungan kita. Bukan aku tidak pernah berharap kita bisa mengucap janji pernikahan di depan altar, disaksikan kedua orang tua kita, tapi ada satu titik aku tidak mampu lagi menerimamu. Aku memilih melepasmu untuk keegoisanku. Kata orang, cinta itu memberi, bukan menuntut. Dan sekali lagi aku minta maaf karena aku egois. Karena aku tidak mau memberi, aku lebih memilih untuk menuntut kamu setelah kita menjalani LDR. Menuntut perhatian kamu, menuntut pendampinganmu di saat aku sedih, menuntut kamu menjadi pejuang dalam hubungan kita, menuntut kamu tentang masa depan kita. Dan saat kamu akhirnya muak dan tidak dapat memberi jawaban apapun padaku, aku memilih untuk menyudahi apa yang sela...