Langsung ke konten utama

HOLA! Supernova! Pt2

Happy Christmas Eve bagi seluruh umat Kristiani yang merayakan! Natalnya masih besok tapi euforianya bisa dirasakan mulai hari ini. Nah sebelum saya mau siap-siap pergi ibadah, ada baiknya nulis-nulis bentar buat ngelanjutin tulisan kemarin yang sempat tertunda akibat adanya panggilan tugas negara. *baca : masak di dapur, bantu mamah tersayang. Tapi, banyakan bantuin makannya daripada masaknya :)*

Christmas Eve yang rada-rada dingin merinding disko mengingat keadaan di sini sedang hujan deras sodara-sodariii! Oke, fix, entar mandi pake air anget biar mantabh punya. *sakarepmu we, njel*

Ohya, seperti yang sudah dijanjikan kemarin. Hari ini gue mau lanjutin komentar mengenai Supernova karyanya Mbak Dee, komentar ala-ala kritikus berpengalaman padahal masih cetek. *begaya dulu yang penting. haha*

Kali ini, gue mau cerita mengenai movienya yang diadaptasi dari Supernova 1 : Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh. 
Diperankan oleh bintang film yang lagi ngetrend-ngetrend nya, Herjunot Ali, sebagai Ferre (eksmud keren, sukses, banyak duit, ganteng, sempurna dah cuma sayang dia jomblo), Raline Shah, sebagai Rana (cantik so pasti, umur 25 tahun, udah nikah, kerja sebagai jurnalis untuk majalah wanita, karirnya oke punya), Fedi
*
Nuril, sebagai Arwin (suaminya Rana, sukses, ganteng (pendapat pribadi sih ini. hehe), sayang pake banget sama Rana). Dan Diva diperankan oleh Paula Verhoeven, model seksi yang juga memiliki pekerjaan sampingan di dunia prostitusi, misterius, dan juga sebagai sang Supernova. Intinya adalah mereka, dan ada 2 orang lainnya yang diperankan oleh bintang film yang pastinya udah kalian kenal juga :)

Inti cerita ini adalah mengenai Rana sang reporter yang berhasil mewawancarai Ferre, dan akhirnya mereka terlibat cinta terlarang karena bagaimanapun Rana sudah menjadi istri Arwin. Melalui akting mereka, konflik batin yang terjadi di setiap peran ini sungguh sangat terasa (ampe gue mesti nahan air mata pas nonton ni film). Salut buat kalian semua mbak dan mas pemeran film ini!! *prokprokprok*

Tapi, tapiii bangett nih ya.. Sebenernya ada yang sedikit mengganjal di hati. Buat orang yang langsung nonton film ini tanpa baca bukunya terlebih dahulu pasti bakal bingung dengan ceritanya. Maksudnya apa, apa yang terjadi di antara tokoh, apa yang dibahas di sana, siapa itu supernova, apa peran supernova di antara para tokoh-tokoh tersebut. Karena nih ya, gue yang udah baca bukunya aja sejak kapan tau itu ampe akhirnya lupa-lupa ceritanya langsung bingung pas nonton kemarin. Nonton tapi ga bisa menggali ingatan gue pas baca. Dan itu rasanya jadi hampaaaa bangett pake nget ngett. *oke itu mulai lebay sih*

Tapi buat yang nyari hiburan dan bingung mengisi liburan kali ini dengan apa, ada baiknya membaca dan menyaksikan si Supernova ini. Keren looh asli. :) 



 **


nb : * source from : http://www.dimasdaniel.com/wp-content/uploads/2014/11/supernova-poster1.jpg
       **source from : http://www3.megaxus.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Words in Deep Blue

Words in Deep Blue ini buku. Well, inspirasi nulis kali ini kebetulan datang dari buku yang baru beres gue baca. Gue bukan berminat bikin resensi buku itu di sini. Kalau resensi jelas ada di blog sebelah ya ---> akubukudancerita.blogspot.co.id (promosii yak teuteup) Rasanya ada yang salah ya gue malah menulis topik lain saat masalah bom di Surabaya lagi hot-hot 'nya. Tapi itu nanti dulu deh, gue juga pasti akan menuliskan kesan gue tentang berita-berita itu, tapi berhubung gue masih menunggu berita-berita yang berkembang mengenai bom tersebut, gue bakal post tulisan itu lain kali saja~ Gue bakal mengulas sedikit tentang buku ini dulu sebagai intro .  Alkisah Rachel seorang gadis yang tidak lulus kelas 12 kembali ke kota asalnya. Cal, saudaranya meninggal tenggelam di laut. Sulit baginya untuk kembali karena ada kemungkinan dirinya bertemu kembali dengan Henry, sahabat sekaligus cinta pertamanya yang tidak berbalas. Pada awal cerita, Rachel sangat menyembunyikan ke...

Merry Christmas! Walaupun Telat Ngucapinnya... (part 2)

Udah kaya film horor ya, ada part duanya segala. Melanjutkan topik yang kemarin sudah berusaha diangkat, yaitu tradisi di hari raya natal. Saya yakin kalau sebagai umat Katolik pasti tradisi yang sama adalah pergi ke greja, mengikuti misa baik saat Malam Natal maupun hari Natalnya, setelah itu mengucapkan selamat natal kepada orang-orang di sekitarnya, entah kenal entah tidak, sebagai pengingat sukacita Natal dirayakan bersama-sama sebagai bentuk kelahiran Yesus Kristus. Dulu sewaktu mama masih ada, Natal terasa jauh lebih ceria dibanding tahun ini (atau mungkin saya yang sedang tidak bersemangat merayakan apa-apa). Pohon Natal mungkin sudah tidak terpasang, mengingat Pohon Natal yang lama sudah tidak layak pasang dan entah sudah tidak dikertahui rimbanya di mana. Tapi, mama selalu berpesan tiap menjelang natal supaya tidak lupa membeli kue-kue kering untuk dimakan bersama, baik dimakan sendiri atau untuk disajikan saat ada tamu. Semacam perayaan kemenangan bisa bebas ma...

Teruntuk kamu, yang pernah menyimpan hatiku...

Empat bulan sudah terlewati tanpa ada sapaan suara maupun sekedar pesan singkatmu. Bohong kalau aku bilang aku sudah melupakanmu. Hatiku masih memikirkanmu, asal kamu tahu saja. Tapi, memang itu yang terbaik untuk kita. Maaf kalo aku terkesan egois. Tapi enam tahun aku rasa cukup sudah untuk hubungan kita. Bukan aku tidak pernah berharap kita bisa mengucap janji pernikahan di depan altar, disaksikan kedua orang tua kita, tapi ada satu titik aku tidak mampu lagi menerimamu. Aku memilih melepasmu untuk keegoisanku. Kata orang, cinta itu memberi, bukan menuntut. Dan sekali lagi aku minta maaf karena aku egois. Karena aku tidak mau memberi, aku lebih memilih untuk menuntut kamu setelah kita menjalani LDR. Menuntut perhatian kamu, menuntut pendampinganmu di saat aku sedih, menuntut kamu menjadi pejuang dalam hubungan kita, menuntut kamu tentang masa depan kita. Dan saat kamu akhirnya muak dan tidak dapat memberi jawaban apapun padaku, aku memilih untuk menyudahi apa yang sela...