Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Merry Christmas! Walaupun Telat Ngucapinnya... (part 2)

Udah kaya film horor ya, ada part duanya segala. Melanjutkan topik yang kemarin sudah berusaha diangkat, yaitu tradisi di hari raya natal. Saya yakin kalau sebagai umat Katolik pasti tradisi yang sama adalah pergi ke greja, mengikuti misa baik saat Malam Natal maupun hari Natalnya, setelah itu mengucapkan selamat natal kepada orang-orang di sekitarnya, entah kenal entah tidak, sebagai pengingat sukacita Natal dirayakan bersama-sama sebagai bentuk kelahiran Yesus Kristus. Dulu sewaktu mama masih ada, Natal terasa jauh lebih ceria dibanding tahun ini (atau mungkin saya yang sedang tidak bersemangat merayakan apa-apa). Pohon Natal mungkin sudah tidak terpasang, mengingat Pohon Natal yang lama sudah tidak layak pasang dan entah sudah tidak dikertahui rimbanya di mana. Tapi, mama selalu berpesan tiap menjelang natal supaya tidak lupa membeli kue-kue kering untuk dimakan bersama, baik dimakan sendiri atau untuk disajikan saat ada tamu. Semacam perayaan kemenangan bisa bebas ma...

Merry Christmas! Walaupun Telat Ngucapinnya...

Iyap.. Saya telay ngucapinnya. Sekarang tanggal 26 Desember dan sekarang baru saya mulai mengetik di blog ini. Gapapalah ya, toh masih dalam suasana Natal. Natal tahun ini rasanya biasa aja. Salah. Biasa banget malah. Sama sekali 'ga ada yang istimewa kecuali ada salah satu anggota rumah ini yang galau gegara berantem sama pacarnya pas Christmas Eve. Biasanya kalau orang-orang lain Christmas Eve jadian (entah karena kebawa suasana romantis atau karena emang dah lama saling suka), lain cerita kalau di rumah saya. Christmas Eve kali ini malah ada yang terancam bakal putus, dan saya hanya bisa geleng-geleng kepala selaku tempat sampah (red: dicurhatin mulu dan dimintain pendapat). Well,  jadi itu biasa atau enggak sih? Kayanya gak biasa juga yah. Soalnya kan ada cerita tersendirinya gitu. *grint* Oke, setiap keluarga pasti punya cerita masing-masing tentang Natal mereka di tahun ini. Selain cerita-cerita itu, tentunya ada juga tradisi yang kemungkinan besar dijalani setiap tah...

Desember, 2017. Mengingat-ingat yang sudah terjadi...

Ih, ampun! Emang saya ini jagonya ngeles dan gak update-update blog ya? Semisal ini blog adalah suatu ruangan, mungkin penghuninya tinggal laba-laba dan sarangnya. Mungkin saya udah jadi salah satu pemelihara laba-laba yang lumayan lengkap jenisnya. Ok, stop ngayal. Sekarang juga sebenernya ga ada topik spesifik yang pengen banget dibahas. Cuma rasanya kasian liat ini blog kosong. Dibuat dari kapan tau, tapi ga pernah ada isinya yang bagus, berfaeah atau sering-sering ada info tentang saya gitu. Entah saya lagi ngapain, lagi jalan ke mana, punya pacar apa enggak, dan sebagainya... *sebenernya gak penting juga sih. Artis juga bukan. :')* So , 2017 sudah mendekati akhir. Natal beberapa hari lagi. Tahun yang kalau dipikir-pikir rasanya cepet, padahal enggak. Kerasa cepet, soalnya kok udah mau selesai aja ya 2017nya? padahal saya lulus aja belum. *sight* Tapi, terasa lambat juga. Saya lumayan sering buang-buang waktu seharian saya hanya dengan tidur-tiduran di atas kasur, megan...

Mengeluarkan Pendapat Untuk 'Dia'

Selamat malam. Akhirnya saya tidak bisa tidur padahal sudah dicoba dengan bolak-balik badan dan memejamkan mata. Saya menyerah. Sepertinya ada baiknya menulis apa yang terlintas di pikiran saya. Beberapa minggu lalu saya bertemu seorang pria melalui salah satu social media yang saya miliki. Akhirnya saya dan pria tersebut bertemu a.k.a kopi darat dan melakukan sedikit trip ke beberapa tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya melalui aplikasi chatting. Tapi, saat ini bukan perjalanan itu yang ingin saya ceritakan di sini. Pada beberapa kesempatan selama perjalanan tersebut, pria tersebut beberapa kali sempat mengungkapkan beberapa kebiasaan saya yang dianggapnya kurang baik, dan hal itu terkait penampilan fisik. Dia tidak protes ataupun berusaha mengatur saya, hanya sedikit berpendapat yang (mungkin) malah membuat saya jengah. Sedikit berpikir, ‘siapa ni orang dah berani berpendapat gitu soal kebiasaan gw dan fisik gw?’. Tapi, sudah jelas saya tidak mengatakan hal itu pada y...

Katakan Tidak pada Peminta-Minta

Apa renunganmu yang terlintas pagi ini? Kebetulan kalau saya memiliki banyak hal yang terlintas. Tapi ada yang menarik untuk saya pagi ini. Saya saat ini berada di sebuah café di kota Bogor. Ya saya sudah sampai lagi di Bogor, setelah sekian lama (yang gak lama-lama banget) di Yogyakarta. Saat sedang asik-asiknya berkencan dengan laptop , mendengar Payung Teduh ( playlist favorit saat ini) sambal menyesap kopi, lalu tiba-tiba masuk seorang customer lainnya. Dan dia ternyata adalah……… Saya ga tau siapa, jadi biarin aja deh… (ini ga penting, sangat tidak penting, dan memang tidak ada faedahnya). Ada seorang ibu, atau lebih tepat disebut nenek-nenek. Sudah renta, kebetulan membawa beberapa keset kaki. Mungkin jualan, walaupun dari penampilan lebih terlihat seperti (maaf) peminta-minta. Kebetulan saat ini ada beberapa customer di café. Satu orang yang juga sibuk berkencan dengan laptopnya di meja sebelah kiri saya, dan dua orang yang terdiri dari seorang ibu y...

Menikah? Iya atau tidak? *Menurut pandangan saya*

Entah apa yang merasuk pagi ini hingga saya kembali ingin menulis dan mencurahkan sedikit rasa melalui tulisan ini. . *now playing: Payung Teduh – Akad Pertama kali saya melihat music video Akad, jujur saya menangis (dalam hati, aduh cengeng banget sih gue). Emang sebagus apa sih ampe nangis? Lebih baik kalian lihat sendiri daripada saya spoiler di sini 😊 Bukannya saya sudah pernah melewati prosesi akad atau melalui perjalanan seperti yang diceritakan MV tersebut, yang membuat saya menangis adalah cerita tentang si tokoh utama yang entah kenapa rasanya seperti melihat Bapak saya sendiri. Seolah-olah itu kisah beliau, kisah yang dilalui beliau waktu bersama mama. Sedikit berangan-angan, mungkin begitulah dulu Bapak melamar Mama di kota Yogyakarta ini semasa masih muda, menikah, lalu berjuang membina keluarga hingga akhirnya salah satu dari mereka harus pergi duluan karena Tuhan berkehendak demikian. Saya belum pernah melalui proses itu. Kalau boleh berharap, saya in...

Ibarat baju usang, udah butut tapi nyaman dipakai~

Sebagai anak kosan yang berbakti dan rajin bersih-bersih, pagi-pagi saya biasa mengurus cucian (saya sendiri) dan bekas peralatan makan yang kemarin digunakan oleh saya. Dan pagi ini saya menyetrika cucian yang sudah kering. Dan saya mendapat ilham untuk bahan tulisan kali ini. Ilham itu datang di saat saya menggosok salah satu kaos lengan panjang saya yang sudah butut. Bentuknya sudah tidak karuan, warna putihnya sudah mulai kecoklatan, tapi semakin nyaman untuk digunakan, apalagi saat malam-malam dingin dan hujan. Sambil menggosok saya mengenang lagi momen-momen yang pernah saya lewati menggunakan kaos tersebut. Kaos itu dibeli di Bogor, saya waktu itu sekitar kelas 3 SMA, hmmm, sudah lama juga ternyata saya memiliki kaos tersebut, pantas sudah lusuh. Saya membelinya bersama mama waktu itu, di Ramayana Pasar Bogor. Saya bukan tipe anak yang terbiasa meminta baju-baju seharga 150ribu ke atas kepada mama saya, maka dari itu pada momen itu saya sempat berpikir-pikir t...

Teruntuk kamu, yang pernah menyimpan hatiku...

Empat bulan sudah terlewati tanpa ada sapaan suara maupun sekedar pesan singkatmu. Bohong kalau aku bilang aku sudah melupakanmu. Hatiku masih memikirkanmu, asal kamu tahu saja. Tapi, memang itu yang terbaik untuk kita. Maaf kalo aku terkesan egois. Tapi enam tahun aku rasa cukup sudah untuk hubungan kita. Bukan aku tidak pernah berharap kita bisa mengucap janji pernikahan di depan altar, disaksikan kedua orang tua kita, tapi ada satu titik aku tidak mampu lagi menerimamu. Aku memilih melepasmu untuk keegoisanku. Kata orang, cinta itu memberi, bukan menuntut. Dan sekali lagi aku minta maaf karena aku egois. Karena aku tidak mau memberi, aku lebih memilih untuk menuntut kamu setelah kita menjalani LDR. Menuntut perhatian kamu, menuntut pendampinganmu di saat aku sedih, menuntut kamu menjadi pejuang dalam hubungan kita, menuntut kamu tentang masa depan kita. Dan saat kamu akhirnya muak dan tidak dapat memberi jawaban apapun padaku, aku memilih untuk menyudahi apa yang sela...

9 Maret 2017 - tulisan yang tertunda untuk diselesaikan

Selamat hari Kamis. Selamat beraktifitas. Dan hari itu kebetulan saya ulang tahun. Di hari ulang tahun saya, saya lebih memilih untuk kembali ke kota pelajar, daripada diam saja di rumah dan menanti ucapan selamat dari handai taulan saya. Apa yang saya ingat di hari ulang tahun biasanya? Entah. Saya ingat mama di pagi hari tadi, begitu saya membuka mata pukul 5 pagi. Ulang tahun memang selalu terjadi tiap tahun, tapi tahun ini menjadi tahun yaang... Hmmmm... Apa harus dikatakan istimewa atau tidak? Tidak, tidak istimewa. Menurut saya. Pagi ini. Selama 24 tahun ke belakang, mama menjadi orang pertama yang selalu mengucapkan selamat ulang tahun di antara anggota keluarga saya. Mungkin begitulah adanya seorang ibu, selalu mengingat ulang tahun putra putrinya. Pada dasarnya keluarga saya bukanlah keluarga yang suka merayakan ulang tahun dengan cara yang dibesar-besarkan, sekedar ucapan selamat ulang tahun dan makan bersama di luar. Lalu,bagaimana mama menjadi kenangan pertam...

Mamaku dengan air matanya....

Saya menyambut tahun 2017 bukan dengan hati yang gembira. Mungkin menurut pandangan umum ini adalah sesuatu yang salah, tapi saya mungkin bisa berkelit dengan alasan saya sendiri. 19 November 2016 adalah tanggal di mana Mama saya meninggal pada pukul 08.35. Suatu kejadian yang tentunya tidak pernah diharapkan oleh orang-orang pada umumnya, ditinggalkan orang tua yang kita sayangi. Perjuangan mama selama 2016 untuk melawan penyakitnya mungkin adalah suatu ujian juga untuk saya. Kurang lebih selama tiga bulan mama sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan di rumah, walaupun mama lebih sering menghabiskan waktu di rumah sakit daripada di rumah. Dan selama mama di rumah sakit, sayalah yang senantiasa menemaninya.  . . . . Mama saya, bukan orang yang cengeng. Pertama kali saya melihat mama menangis, saat saya berumur 13 tahun, saat tante saya (saya memanggilnya bibi tua) yang merupakan kakak dari mama saya meninggal, dengan diagnosis adanya kanker rahim yang tidak...